Prabowo ‘Man of The Moment’ 2024 Menuju Indonesia Super Power Baru Dunia

Oleh : Menik Qomariyatin,S.Si

Cita-cita Indonesia menjadi Super Power baru dunia yang dinarasikan oleh Partai Gelora Indonesia bukanlah sesuatu hal yang mustahil. Partai baru bernomor urut 7 besutan Anis Matta dan Fahri Hamzah ini ‘mengajak’ semua elemen bangsa untuk terus berbenah mempersiapkan diri, berkontribusi aktif dan saling berkolaborasi positif untuk mewujudkannya secara bersama – sama.

Presidensi KTT G20 di Bali ( 15 – 16 November 2022 ) yang telah menghasilkan G20 Bali Leaders’ Declaration bagi pemulihan dunia, serta KTT ASEAN ke -43 yang sedang berlangsung saat ini, 5-7 September 2023, di Jakarta Convention Center (JCC), seolah menjadi sinyal bahwa Indonesia memang layak untuk memimpin dunia di masa yang akan datang. KTT ASEAN kali ini membahas tentang perkembangan dan penguatan kerja sama ASEAN dengan mitra eksternal.

Beberapa pengamat bahkan telah menyebutkan target optimisnya bahwa tahun 2045 – ada juga yang menyebutkan tahun 2050 – cita-cita Indonesia menjadi Super power baru dunia tersebut akan bisa diwujudkan. Sebuah target yang cukup realistis bila mengingat kapasitas sumber daya bangsa kita, baik sumber daya alam maupun manusia yang sangat memadai untuk mewujudkannya. Tentu akan banyak tantangan yang harus segera dituntaskan secara bersama-sama terutama mengenai tata kelola yang tepat untuk semua sektor, terkhusus di tengah disrupsi perkembangan teknologi yang begitu cepat. Bukan hanya terkait bagaimana pemanfaatannya, namun juga perlu antisipasi konkrit untuk mencegah dampak buruknya bagi bangsa dan negara.

Untuk mewujudkan Indonesia menuju Super Power Baru Dunia, tentu kita memerlukan pemimpin yang kuat dan handal di kancah politik internasional. Selain itu iklim politik dalam negeri juga sangat berpengaruh dalam mewujudkan cita-cita bersama tersebut. Itulah mengapa, pilpres 2024 nanti menjadi momentum yang sangat penting bagi bangsa kita ke depan.

Sejak tahun lalu, jauh sebelum ada yang mendeklarasikan pencapresan di negeri ini, telah terbersit dalam benak saya untuk kembali mendukung Prabowo Subianto sebagai Capres 2024 nanti. Saya memiliki beberapa alasan kuat untuk mendukung beliau. Alasan yang murni sebagai buah perenungan pribadi dan pernah disampaikan juga kepada beberapa kerabat dan sahabat. Oleh karenanya, kemarin lalu saya sangat berbahagia bisa mengikuti acara deklarasi Dukungan Partai Gelora untuk Prabowo Subianto sebagai Capres 2024 di Ballroom Djakarta Theater (2/9/2023).

Saya tertegun dan kaget juga, saat ketua umum Partai Gelora Indonesia – Anis Matta – menyebutkan beberapa alasan kenapa Gelora harus mendukung Prabowo Subianto sebagai Capres 2024. Masya Allah, meleleh hati saya, karena alasan yang beliau utarakan nyaris sama dengan apa yang ada dalam benak saya.

Beberapa alasan saya untuk mendukung Prabowo Subianto sebagai Calon Presiden RI 2024 kali ini, antara lain :

1. Saya memandang bahwa Prabowo memang orang yang tepat saat ini untuk membawa bangsa Indonesia lebih mendunia. Dalam bahasa Anis Matta, Prabowo sebagai ‘Man of The Moment’ yang bisa membawa Indonesia menuju Super Power Baru Dunia. Melihat situasi politik global, bangsa kita memang membutuhkan sosok pemimpin yang kuat pengaruhnya dan cukup handal di kancah politik internasional. Anak kedua saya beberapa bulan lalu pun punya pemikiran yang sama terkait hal ini.

2. Di kala banyak pendukungnya yang kecewa berat karena pak Prabowo seolah ‘mengalah’ dalam pilpres 2019, saya justru memandangnya sebagai langkah strategis yang tepat untuk bangsa kita saat itu. Hawa polarisasi ketika pilpres 2019 terasa begitu tajam. Beliau seolah tidak ingin bangsa kita mengalami luka lebih dalam karena polarisasi yang semakin menganga tersebut, karena hal itu akan sangat mengganggu persatuan serta kesatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sementara semua orang sepakat bahwa persatuan dan kesatuan menjadi modal utama bangsa Indonesia serta menjadi amanat luhur para pendiri bangsa yang tercantum dalam Pancasila.

3. Saat banyak orang menyayangkan bahkan menyalahkan langkah beliau menerima untuk bergabung ke dalam kabinet yang dipimpin oleh presiden Jokowi, saya justru memandang nya sebagai sifat ‘legowo’ nya beliau. Hal itu saya pandang sebagai wujud kenegarawanan yang melekat dalam diri Prabowo. Ketum Anis Matta menyebutnya sebagai pemimpin yang kuat dan rendah hati, sebuah sifat yang sangat penting bagi seorang pemimpin. Kita tidak pungkiri bahwa beliau telah dididik sebagai seorang pemimpin sekaligus prajurit sejati. Sebagaimana korsa TNI, Prabowo pun menyampaikan dalam pidatonya bahwa beliau pasti akan terus memberikan kontribusi positif bahkan jiwa raganya bagi bangsa dan negeri tercintanya ini. Pengabdian yang tidak terbatas di mana dan sebagai apa posisi beliau, karena menurut saya beliau bukanlah tipe orang yang pragmatis apalagi pengkhianat bangsa. Beliau bersikap demikian karena memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi dan hal tersebut jelas sudah teruji di masa lampau.

4. Alasan saya yang terakhir lebih bersifat pribadi. Saya teringat saat tahun 2014 silam, saya sempat berdiskusi santai dengan almarhum ayah mertua saya yang kebetulan kakak angkatan pak Prabowo. Ayah mertua saya memang seorang TNI angkatan ’65, sekitar 9 tahun di atas pak Prabowo. Saat itu, almarhum mengatakan bahwa Prabowo saat pendidikan di Akademi Militer memang dikenal sebagai taruna yang ‘lurus’, dalam arti beliau sikapnya sangat baik, cerdas dan banyak prestasi. Bukan taruna yang ‘banyak tingkah’; begitu istilah almarhum. Sikap baiknya tersebut dikenal bukan hanya di angkatan Prabowo saja, namun terdengar di semua angkatan, khususnya di angkatan para seniornya. Kata-kata yang disampaikan oleh almarhum dalam perbincangan santai tersebut sampai hari ini masih terus melekat dalam ingatan saya dan sejujurnya itu menjadi referensi yang tidak kalah penting dari semua alasan yang saya sampaikan di atas.

Saat menyimak pidato sambutan ketua umum partai Gelora Indonesia – Anis Matta – tentang mengapa Partai Gelora mendukung Prabowo, saya memandang alasan tersebut sangat rasional dan tepat. Sematan terhadap Prabowo Subianto sebagai pemimpin yang kuat dan rendah hati, serta julukan Prabowo ‘Man of The Moment’ sangatlah pas, karena memang pertimbangan situasi geopolitik dan kepentingan nasional bangsa kita saat ini membutuhkan sosok tangguh seperti Prabowo sebagai presiden RI 2024 -2029.

Sifat rendah hati Prabowo Subianto juga tercermin saat beliau di atas panggung untuk menerima surat dukungan dari partai Gelora yang disampaikan oleh ketua umum – Anis Matta. Setelah serah-terima tersebut, tanpa ragu-ragu Prabowo menyalami seluruh pimpinan Dewan Pengurus Nasional dan Dewan Pimpinan Wilayah partai Gelora dari seluruh provinsi, dari ujung Aceh hingga Papua. Terbayang dalam benak saya, seorang Jendral bahkan calon Presiden tidak sungkan-sungkan untuk berkeliling dan menyalami satu per satu puluhan orang yang usianya jauh lebih muda darinya.

Saat menyimak paparan pidato Prabowo, saya juga melihat sosok yang bukan hanya pandai berpidato. Namun, beliau juga bisa memaparkan dengan cermat situasi dan kondisi bangsa kita saat ini serta peluang dan tantangan di berbagai bidang yang harus kita tuntaskan bersama ke depan.

Seluruh keluarga besar Partai Gelora Indonesia sangat berharap Prabowo Subianto diberikan takdir yang baik dan terbaik untuk menjadi Presiden RI periode 2024 – 2029 nanti, dan tentunya semua akan turut berjuang bersama partai koalisi lainnya untuk memenangkan beliau di pilpres 2024.

Salam Gelora!
Semangat Indonesia!
Gelora Menang 2024

Bandung, 7 September 2023

*Penulis adalah Fungsionaris DPW Gelora Jabar dan Caleg DPRD Provinsi Jabar 1.

ads

Comment