Achmad Nur Hidayat : Perang Live Tiktok Siapa Yang Unggul?

Politik, Opini55 Views

Oleh: Achmad Nur Hidayat, MPP. (Ekonom dan Anggota Dewan Pakar TIMNAS AMIN)_

Perang live Tiktok antar calon Presiden Menarik untuk dicermati. Anies Baswedan terlihat lebih unggul dalam merebut hati para Tiktokers saat live dibandingkan kandidat yang lain.

Apakah live Tiktok akan efektif merebut suara milenial? Ini penjelasannya:

Anies Baswedan secara masif berdialog dengan masyarakat dengan berbagai cara yang menjangkau pemilih.

Dalam menjangkau pemilih, terutama di era digital yang terus berkembang. Langkah Anies Baswedan yang aktif di TikTok mendulang perhatian besar dari para netizen. Hal ini bukan hanya sebuah manuver politik biasa, tetapi sebuah refleksi dari evolusi demokrasi dan strategi politik yang cerdas.

Tidak mau kalah dengan langkah Anies tersebut, capres Ganjar Pranowo pun ikut aktif berkampanye melalui live Tiktok.

Namun sepertinya ada PR yang harus dikerjakan oleh Ganjar, karena terlihat penonton sementara Ganjar hanya 3,2 ribu padahal akun TikTok Ganjar memiliki pengikut lebih banyak mencapai 7,3juta orang.

Jika dibandingkan Anies Baswedan yang jumlah followernya baru 962,3 ribu orang tapi salah satu Live tiktoknya saja yang bertajuk “temani saya di jalan” bisa mencapai 302 ribu penonton.

Cawapres Mahfud MD. Pun turut melakukan live tiktok, walaupun tidak seheboh dan sebesar jumlah penonton Anies tapi hal ini membuat dinamika politik di Tiktok semakin semarak.

Perbedaan ini menarik perhatian warganet dan menyoroti pentingnya strategi digital dalam politik modern serta potensi pengaruhnya terhadap popularitas calon di mata pemilih muda.

Untuk capres Prabowo nampaknya tidak memilih untuk melakukan hal yang sama, image “gemoy” yang terkesan lucu sebelumnya memang sempat viral di Tiktok, namun nampaknya sekarang sudah jauh terlampaui oleh image Anies Baswedan di kalangan milenial dan gen-z.

*Prediksinya Ada Peningkatan Signifikan dari Gen Z untuk Memilih Anies Baswedan*

Dengan keaktifannya di TikTok dan cara dia berkomunikasi yang resonan dengan generasi muda, ada prediksi yang kuat bahwa akan ada peningkatan signifikan dari pemilih Gen Z yang mendukung Anies Baswedan.

Terbukti dengan sesi Live TikTok Anies secara tak terduga menarik perhatian penggemar K-pop hingga ia dijuluki ‘abah nasional’ oleh Generasi Z dan ‘Park Ahn Nice’ oleh penggemar K-Pop, mencerminkan adanya kedekatan yang dirasakan oleh para netizen dan merasakan daya tariknya yang luas.

Ini menunjukkan potensi besar strategi digital dalam mempengaruhi pilihan politik, terutama di kalangan pemilih yang lebih muda.

*Anies Rela di Roasting Para Komika Wujud Nyata Kematangan Demokrasi*

Anies tidak hanya aktif di TikTok tetapi juga terlibat dalam acara seperti ‘Desak Anies’ ataupun acara Resolusi Indonesia dimana terdapat sesi roasting dengan para komika. Sesi roasting ini sangat tajam yang belum tentu bisa diterima oleh para kandidat capres-cawapres yang lainnya. Tapi Anies dan Muhaimin sangat lapang dada menerimanya.

Ini menunjukkan bahwa ia adalah sosok pemimpin yang mau mendengarkan dan menerima perbedaan pendapat.

Dalam demokrasi yang sehat, penting bagi pemimpin untuk terbuka terhadap kritik dan saran, dan Anies menunjukkan hal ini dengan cara yang inovatif dan inklusif.

Ini adalah contoh nyata dari demokrasi yang sebenarnya, di mana orang tidak ditakut-takuti dan bebas menyampaikan pendapatnya.

Tentunya kelapangan dada dalam menghadapi kritik dari masyarakat adalah sikap yang menunjukkan sosok pemimpin yang berjiwa besar. Dan tentunya ini sosok yang dibutuhkan oleh bangsa ini sehingga adanya kritik menjadi bentuk partisipasi publik bagi perbaikan bangsa.

*Implikasi untuk Demokrasi*

Langkah-langkah inovatif yang dilakukan oleh Anies ini menunjukkan bagaimana demokrasi terus beradaptasi dengan zaman. Ini membuka peluang baru untuk partisipasi politik dan dialog antara pemimpin dan pemilih.

Namun, juga penting untuk memastikan bahwa ini tidak hanya menjadi pertunjukan superficial, tetapi benar-benar memperkuat prinsip-prinsip demokrasi seperti transparansi, akuntabilitas, dan diskusi substantif.

Dalam kesimpulannya, keaktifan Anies Baswedan di TikTok merupakan contoh bagaimana politik dan demokrasi terus beradaptasi dengan zaman.

Ini membawa peluang dan tantangan baru, dan penting bagi semua pemangku kepentingan untuk memastikan bahwa evolusi ini berkontribusi pada demokrasi yang lebih kuat dan lebih inklusif. Langkah Anies tidak hanya menunjukkan kecerdasan strategis tetapi juga komitmen terhadap prinsip-prinsip demokrasi yang inklusif dan partisipatif.

ads

Comment